Toko Buku Online
Katalog
dw Bisa download
Deskripsi

Dalam realitas sosial, interaksi antar individual dan kelompok, senantiasa mengakibatkan integrasi dan konflik. Begitupun pada waktu awal abad ke-20 M. sampai dicetuskan kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945. Saat itu, adalah waktu "menjamurnya" organisasi kepanduan di nusantara lahir. Sebagai akibat dari semakin tingginya tensi nasionalisme bangsa Indo-nesia dan persaingan antar org… [more]


Rp. 25,000 Rp.20,000
Deskripsi

Dalam realitas sosial, interaksi antar individual dan kelompok, senantiasa mengakibatkan integrasi dan konflik. Begitupun pada waktu awal abad ke-20 M. sampai dicetuskan kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945.

Saat itu, adalah waktu "menjamurnya" organisasi kepanduan di nusantara lahir. Sebagai akibat dari semakin tingginya tensi nasionalisme bangsa Indo-nesia dan persaingan antar organisasi nasionalis, keagamaan dan etnis.

Saking banyak kepanduan-kepanduan yang ada, ternyata tidak menjamin kesamaan dalam gerak dan bentuk. Bahkan terkadang terjadi konflik. Di antara sejumlah kepanduan-kepanduan itu, ada yang berusaha mengadakan integrasi yang menyeluruh secara nasional. Namun ada pula yang menjadi penghambatnya. Hal terjadi adalah karena perbedaan latar belakang dan orientasi masing-masing.

Buku ini menyajikan semacam rekaman tentang perkembangan kepanduan di Nusantara, usaha-usaha integralisasi kepanduan nasionalis, perkembangan Hizbul Wathan (HW) dan Respon Hizbul Wathan terhadap integralisasi kepanduan nasionalis.

Penulisan buku yang berasal dari penelitian yang berjudul Respon Hizbul Wathan Terhadap Integralisasi Kepanduan Nasional Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945 ini, disajikan dengan pendekatan Metode Penelitian Sejarah, melalui beberapa tahapan berikut: Heuristik, Kritik, Inter-pretasi dan Historiografi.

Penulis menemukan hal menarik berdasarkan referensi bahwa, perkembangan HW memiliki citra tersendiri terhadap usaha integralisasi kepanduan nasional tidak berjalan mulus mengingat berbagai muatan organisatoris --baik misi, prinsip maupun proses-- HW yang tidak dapat menerima secara ikhlas usaha - usaha integrasi tersebut.