Ebook gratis
Toko Buku Online
Katalog
Baca Saja
Deskripsi

Nama penyair ini Mahmudah. Seperti pada umumnya penyair saat kemunculannya, tak pelak konsentrasi bermain katanya lebih berkutat dengan mengaduk-aduk ‘rasa hati’ saja. Padahal kepekaan rasa sastra membutuhkan waskita pula lewat matanya, hidungnya, telinganya, rasa kulit rabanya, lidahnya dan kepekaan pikirnya pada setiap sesuatu menghadangnya. Ada 40 puisi yang berani dibukukan Mahmudah melalui ju… [more]


Rp. 35,000 Rp.29,000
Deskripsi

Nama penyair ini Mahmudah. Seperti pada umumnya penyair saat kemunculannya, tak pelak konsentrasi bermain katanya lebih berkutat dengan mengaduk-aduk ‘rasa hati’ saja. Padahal kepekaan rasa sastra membutuhkan waskita pula lewat matanya, hidungnya, telinganya, rasa kulit rabanya, lidahnya dan kepekaan pikirnya pada setiap sesuatu menghadangnya.

Ada 40 puisi yang berani dibukukan Mahmudah melalui judul kumpulan puisi Tentang Rasa ini. Menilik puisi pertama berjudul Penyesalan sampai puisi pamungkas akhir berjudul Bhakti pada Bunda menyiratkan adanya plot-alur puitica yang bercerita. Itu menarik, Pasalnya dari situ pula pembaca jadi bisa meneropong kegelisahan Mahmudah secara urut dan detail.

Pada puisi pertama, Penyesalan, Mahmudah menasehati kita melalui simpulan pada ungkapan akhir di puisi tersebut, untuk hati-hati terhadap apapun yang dihadapi. Mahmudah membeber rasa sesal atas kepalsuan yang diketahuinya setelah lama terbuai dalam aura seolaholah asli.

Dari penyesalan tersebut Mahmudah pun menebar cerita hatinya secara urut tentang rasa benci yang tak habis-habisnya (puisi Aku Membencinya Tanpa Titik), kebencian tersebut terjadi karena dera dan aniaya hati darinya (puisi Saat Kau Torehkan Luka di Hati), kecewa tiada tara (puisi Saat Kecewa Memeluk Jiwa) dan Mahmudah mengakui bahwa yang ia benci memang ‘menang’ karena egonya yang luar biasa.

Meneropong gundah Mahmudah memang makin dakhsyat ketika terpapar puisi Suamiku Miliknya. Lalu ia mematri diri dengan lontaran puisi Harga Diri Harga Mati. Kumpulan puisi memang akhirnya ditutup dengan hormat, bakti dan patuh yang wajib hanya kepada ibu, ibu dan ibu. Ini memang kumpulan puisi yang layak baca, karena daya renungnya cukup menghunjam. Konotatif yang diurai dengan metafora, personifikasi mampu menjadi interpretasi yang berwarna, meski tetap dalam bingkai ‘rasa hati’ tak berbagai.

Customer Reviews

Pengembalian / Penukaran

Produk adalah dalam bentuk digital yang dapat diperoleh via download atau hanya bisa dibaca via aps sesuai keterangan produk. Garansi kepuasan 3 hari uang kembali.

Ebook terkait

© 2016, Karyavirtual